Empat Cara Membalut Luka

Mengapa membalut luka sangat penting?  karena pembalutan ini berfungsi membantu mengendalikan perdarahan, mempertahankan penutup luka pada tempatnya, dan menjadi penopang bagian tubuh yang cedera.

Ada empat cara membalut luka yang umum digunakan, diantaranya :
  • Pembalut Pita / Gulung 
  • Pembalut Segitiga / Mitela 
  • Pembalut Tabung / Tubuler 
  • Pembalut Penekan. 

Empat Cara Membalut Luka

Untuk memasang pembalut luka, ikutilah tips berikut:

Hentikan dahulu perdarahan, jika sudah berhenti barulah pasang pembalut. Membalutan dapat langsung dilakukan jika menggunakan pembalut penekan (jenis no.4) yang sekaligus bisa menghentikan perdarahan.
Usahakan dalam membalut luka korban untuk tidak terlalu kencang ataupun longgar.
Rapikan ujung pembalut dan jangan sampai ujung sisanya terurai.
Bila mendapati korban dengan luka yang kecil, sebaiknya daerah yang dibalut lebih lebar atau besar. Hal ini untuk menambah luasnya permukaan yang mengalami tekanan sehingga mencegah terjadinya kerusakan jaringan.
Jangan membalut luka sampai menutupi ujung jari, bagian ini dapat menjadi petunjuk jika pembalutan terlalu kuat. Bila ujung jari pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki. 
Khusus untuk luka terbuka pada alat gerak, pembalutan harus dilakukan dari distal ke proksimal arah jantung.
Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untuk pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.
Selain tips di atas, hal yang teman harus ingat adalah pembalut luka haruslah menggunakan bahan-bahan yang bersih untuk mencegah kontaminasi luka yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada luka.